Jumat, 15 Mei 2015

KEINDAHAN DAN MANUSIA ( Ilmu Budaya Dasar )



Kata Pengantar

       Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan Tugas yang di berikan ke saya yang berjudul Keindaan dalam manusia   dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga ini dapat bermanfaat untuk semua orang yang membaca Entri dari blog ini.

     Sebelum melanjutkan artikel ini saya memohon maaf kalo ada kesalahan kata, dan bilamana isi di dalam artikel ini kata – kata nya kurang atau tidak pantas digunakan saya mohon maaf sebelumnya, dan cobalah menikmati artikel ini.

Daftar ISI
Judul                                                                                                                       
Kata Pengantar                                                                                                      
Daftar Isi                                                                                                                  
BAB I Pendahuluan                                                                                                
I.I Latar Belakang                                                                                     
I.II Rumusan Masalah                                                                                
I.III Tujuan Masalah                                                                                      
BAB II Pembahasan                                                                                                
II.I Keindahan
II.II Nilai etetik dan Ekstrinsik
II.III Kompilasi dan Ekstansi                                                                                              
II.IV Renungan                                                                                            
II.V Keserasian                                                                                            
BAB III Penutup                                                                                                    
Daftar Pustaka 

BAB I PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Keindahan berasal dari kata indah artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya.Setiap manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan. Keindahannya baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Jadi dari awal manusia di lahirkan saja kita sudah di lahirkan dengan indah, cantik untuk perempuan dan ganteng untuk laki laki. Keindahan itu identik dengan kebeneran adanya keindahan karena adanya kebenaran yang mengikuti karena keindahan itu sifatnya nyata dengan kenyataan itu pula terdapat kebenaran yang meliputi keindahan tersebut. Keindahan pun bersifat universal yang artinya keindahan itu tergantung dari keseleraan manusia itu sendiri terhadap tempat, waktu dan mungkin keindahan dalam melihat sesama manusia dengan lawan jenis.

I.II Rumusan Masalah
1.     Jelaskan tentang keindahan?
2.    Jelaskan tentang nilai etetik dan ekstrinsik?
3.    Jelaskan tentang kontemplasi dan ekstansi?
4.    Bagaimana teori-teori dalam renunagn?
5.    Bagaimana teoi-teori dalam keserasian?
I.III Tujuan
Tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan dan keterkaitan antara manusia dan keindahan. Mulai dari pengertian masing-masing dan hubungan keduanya.

BAB II PEMBAHASAN


II.I Keindahan
Kata keindahan berasal dari suku kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indah, pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, tanaman, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengankebenaran.
Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

II.II Nilai Etetik  dan Nilai ekstrinsik
Ø  Nilai Etetik
Dalam rangka terori umum tentang  “The Lianh Gie” menjelaskan bahwa pengertian yang dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya niali moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estentik. Dalam bidang filsafat, istilah sering kalin dipakai sebagai kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (wort) atau  kebaikan (goodness)
Dalam “dictionary of sociology and relate ecience” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut.. kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia, sifat suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok.
Ø  Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (”instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik.

II.III Kontemplasi dan Ekstansi

Kontemplasi
            Adalah memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan kemungkinan tindakan lain (antisipasi) yang lebih bermakna. Kontemplasi adalah suatu tindakan untuk memahami penuh suatu hal. Kontemplasi adalah memandang sesuatu dengan cara ambil bagian dalam hidup, dalam adegan, terlibat langsung. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.

Ekstansi
            Adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasa, dan menikmati sesuatu yang indah. Setiap manusia memiliki nilai ekstansi yang berbeda-beda.
Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kotemplasi itu adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan. Sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan menikmati keindahan karena derajat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia.


II.IV Renungan

Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sama lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.

Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu:

a.Teori pengungkapan, seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan berupa gambaran angan-angan melalui gerak, garis, warna, suara dan sebagainya sehingga orang-orang dapat merasakan perasaan yang sama.

b.Teori metafisik, seni yang dibuat oleh manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi.

c.Teori psikologi, seni yang dibuat oleh manusia sebagai bentuk pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadarnya.

II.V Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.

Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal.

a.Teori objektif dan teori subyektif

Teori objektif berpendapat bahwa keindahan adalah kualitas yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subyektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.

b.Teori perimbangan

Teori perimbangan merupakan hubungan dari bagian-bagian angka yang menciptakan keindahan.

BAB III Penutup                                                                                                      

Setiap manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan. Keindahannya baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata keindahan berasal dari suku kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indah. Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Selain kata keindahan yang melambangkan manusia itu sendri yaitu adalah nilai etetik, ekstrinsik, kontemplasi, ekstansi, renungan dan keserasian. Nilai etetik Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (”instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
DAFTAR PUSTAKA
-http://puriparwati.blogspot.com/2014/11/presentasi-ilmu-budaya-dasar-makalah.html
-http://imronjuliansyah16.blogspot.com/2015/05/keindahan-dalam-manusia.html
-http://afanrais19.blogspot.com/2015/05/keindahan-dan-teori-teori-nya.html


Rabu, 15 April 2015

Kebudayaan Jepang







1. Tentang Jepang secara singkat

     Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon atau Nihon; nama resmi: 日本国 Tentang suara ini Nipponkoku atau Nihonkoku, nama harfiah: "Negara Jepang") adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Tiongkok, Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.

Jepang terdiri dari 6.852 pulau[10] yang menjadikanya sebagai negara kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara de facto adalah ibu kota Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur. Tokyo Raya adalah sebutan untuk Tokyo dan beberapa kota yang berada di prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di dunia, Tokyo Raya berpenduduk lebih dari 30 juta orang.


2. Kesenian dan Kebudayaan Jepang
Pakaian Tradisional Jepang
Jepang memiliki pakaian Tradisional yang disebut Kimono, sudah banyak orang tau bahwa kimono adalah pakaian Tradisional Jepang. Dahulu kimono digunakan untuk kegiatan sehari-hari, namun pada saat ini, komono hanya digunakan di acara-acara khusu. Kimono bisa di pakai oleh pria atau wanita, kimono pria umumnya lebih sederhana baik dalam design, motif dan juga warnanya yang biasanya didominasi oleh berwarna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua atau hitam, sedangkan Kimono untuk wanita dikenal ada beberapa jenis menunjukkan umur pemakai, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri. Disamping itu kimono wanita juga memiliki berbagai aksesoris tambahan yang cukup banyak.

 



Upacara Minum Teh
Upacara minum teh atau yang dikenal dengan Chadō atau Sadō. Adalah upacara yang mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu).




Ikebana
Ikebana adalan kesenian merangkai bunga yang berasal dari Negara Jepang. Bunga memiliki kehormatan dalam kebudayaan Jepang, karena Bungan dianggap sebagai tempat bersemayamnya Tuhan, sang pencipta. Bunga dirangkai dalam bentuk tertentu dan diletakkan di altar utama. Awalnya dalam pembuatan bunga sangatlah sederhana, namun saat ini pembuatan bunga semakin sulit dan kompleks dan di butuh pembelajaran keahlian dalam pembuatannya.



Tako
Kesenian Layang-layang ini sudah ada sejak jaman periode Nara (649-793 AD). Design layang layang dari negeri ini cukup unik dan sangat mudah dibedakan dengan design layang layang dari negara atau wilayah lain. Mainan ini dianggap berbahaya karena talinya bisa bersentuhan dan mengganggu aliran kabel listrik yang bisa berakibat fatal bagi pelaku dan orang lain. Layang layang hanya bisa dijumpai di event khusus atau dalam festival budaya saja yang mau tidak mau harus mereka hadirkan.



Kendo dan Judo
Kendo adalah olah raga bermain pedang bambu sedangkan Jud0 adalah nama dari olahraga bela diri dari Jepang. Kata Do yang terdapat pada akhiran kedua kata diatas mempunyai arti yang sama yaitu jalan dan kalau ditulis dengan huruf kanji mempunyai lambang jalan. Peralatan yang digunakan pada Kendo yaitu Seragam yang dikenal dengan nama Kendo gi dan hakama, pedang dari bamboo yang bernama shinai, pelindung kepala atau men, pelindung badan atau do, pelindung tangan atau kote, pelindung paha atau tare.



Matsuri
Matsuri adalah suatu festival budaya rakyat yang umumnya berkaitan dengan festival di kuil baik kuil Shinto (Jinja) maupun kuil Buddha (Tera) yang kebanyakan diselenggaran pada musim panas, pada saat ini matsuri tidak selalu berarti berdoa atau sembahyang, hal itu sudah pasti karena kebanyakan orang datang hanya untuk melihat saja.



Shogi
Shogi atau catur Jepang adalah permainan papan dari Jepang yang dimainkan oleh dua orang di atas papan 9 lajur dan 9 baris yang berwarna sama. Ciri khas shogi yang sangat membedakannya dari catur adalah sistem memainkan kembali buah lawan yang sudah ditangkap. Walaupun sudah naik pangkat, buah yang tertangkap akan kembali ke pangkat semula. Kedua belah sisi yang bermain dibedakan menjadi sente dan gote. Pemain sente memainkan langkah pertama, diikuti pemain gote, begitu seterusnya secara bergantian hingga selesai. satu set buah shogi yang berjumlah 20 buah.

 



Kabuki
Kabuki merupakan salah satu kebudayaan Jepang yang termasuk jenis seni teater karena memiliki unsur cerita yang dipadukan dengan seni tari dan musik. Para pemain mengenakan kostum mencolok dan sangat mewah. Make-up-nya terbilang dramatis untuk menonjolkan sifat dan karakter tokoh.



Origami
Origami berasal dari kata ori yang berarti lipat, dan kami yang berarti kertas ­merupakan seni tradisional melipat kertas yang berkembang menjadi suatu bentuk kesenian yang modern. Origami sudah dikenal dibanyak Negara, secara umum untuk membuat origami kita bisa menggunakan kertas biasa namun kebanyakan origami di Jepang menggunakan kertas khusus untuk origami. Perbedaan antara kertas biasa dan kertas origami hanyalah dari segi design dan warna saja yang sangat beragam sehingga membuat origami menjadi semakin indah dan sama sekali tidak berhubungan dengan teknik seperti lipatan kertas menjadi lebih mudah.



3.  Huruf dan tulisan Jepang
Huruf kanji

Huruf kanji awalnya berasal dari China, namun seiring perkembangan waktu, kini bentuk kanji jepang berbeda dengan tulisan China.
Huruf kanji adalah huruf yang digunakan untuk menulis hampir semua kalimat non serapan dalam bahasa Jepang. Karena jumlahnya yang banyak (hampir sekitar 2000 huruf), huruf kanji cukup sulit namun sangat penting untuk dipelajari dan dihafal.
kanji


Huruf hiragana

Kalimat dalam bahasa Jepang biasanya ditulis dengan menggabungkan huruf kanji dan hiragana, dulu huruf hiragana dikenal dengan sebutan onna de (女手) atau 'tulisan wanita' karena lebih sering digunakan menulis oleh wanita.

Huruf Katakana


Merupakan jenis huruf dalam tulisan Jepang yang digunakan untuk menulis kalimat-kalimat serapan dari bahasa asing, nama nama Jepang, nama kota atau tempat di luar Jepang, menuliskan bunyi atau suara binatang.








Sumber :

http://hikansakura.blogspot.com/2013/05/huruf-jepang.html
http://blogbintang.com/huruf-bahasa-jepang-hiragana-katakana-kanji
http://www.patriotblog.net/2013/09/macam-macam-kebudayaan-jepang.html

Kamis, 12 Maret 2015

Perbedaan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar

     





Long time no see guys , setelah selesai menyelesaikan banyaknya SKS di semester 1 , kali ini gua hadir lagi di blog tercinta , di semester 2 ini .. nah dalam mata kuliah semester 1 gua mendapatkan ilmu sosial dasar dan sekarang semester 2 gua mendapatkan mata kuliah Ilmu Budaya dasar . So , disini gua akan menjelaskan tentang Perbedaan dari 2 mata kuliah tersebut  Langsung aja ....


Kalau gak kenal maka tak sayang ? benar kan?? jadi gua disini akan membahasa apa si ISD dan IBD? apa si tujuan nya?  dll ..

  1. Pengertian Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar

  •       Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan teori-teori (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-lmu sosial seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah. Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan kita pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.
  •  Sedangkan Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diharpakan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.



       2. Tujuan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar
  • Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :

  1.  Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
  2.  Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya.
  3.  Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.
  4.  memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

  • Secara umum tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah Pembentukan dan pengembangan keperibadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Jika diperinci, maka tujuan pengajaran llmu Budaya Dasar itu adalah:

  1. Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, scrta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
  2. .Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
  3. .Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
  4. Mengembangkan daya kritis tcrhadap pcrsoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
  5. Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.



Dari pembahasan yang telah saya uraikan, kita akan dapat menyimpulkan perbedaan antara Ilmu Sosial Dasar dengan Ilmu Budaya Dasar dengan singkat yaitu Ilmu Sosial Dasar mempelajari tentang sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lainnya, serta sikap dan tingkah laku manusia lainnya terhadap dirinya maupun manusia tersebut dengan dirinya sendiri sedangkan Ilmu Budaya Dasar mempelajari tentang masalah kemanusiaan dan budaya yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat dalam melihat dan menanggapi lingkungan dengan adanya kesamaan dan perbedaan yang diekspresikan dalam bentuk & corak ungkapan pikiran, perasaan, dan tingkah laku serta hasil kelakuannya






Sumber :
 https://tyomulyawan.wordpress.com/pengertian-dan-tujuan-ilmu-sosial-dasar/
https://anwarabdi.wordpress.com/2013/04/07/ibd-tujuan-ilmu-budaya-dasar-ibd/
https://haryonogaf.wordpress.com/2015/03/12/perbedaan-ilmu-sosial-dasar-dan-ilmu-budaya-dasar/
http://imronjuliansyah16.blogspot.com/2015/03/perbedaan-antara-ilmu-sosial-dasar-dan.html

Rabu, 14 Januari 2015

Dampak dan penyebab dari pelanggaran izin terbang maskapai, serta cara membenahinya





 Di Indonesia transportasi udara atau pesawat sudah bukan hal yang baru lagi di kalangan masyarakat,  moda transportasi ini adalah yang paling efisien di banding dengan moda transportasi lainnya seperti laut dan darat. Mengapa dikatakan efisien? Karena  dari segi waktu sudah pasti pesawat yang paling cepat, dari segi kehematan biaya pesawat juga tidak kalah murah nya dengan transportasi darat dan laut, dari segi keamanan atau safety, menurut survey dan data penelitian kecelakaan transportasi, angka kematian yang disebabkan kecelakaan lebih rendah dibandingkan dengan transportasi di darat khususnyaKarena lambatnya pelangaran izin terbang maskapai lagi-lagi indonesia mendapatkan kejadian yang sangat tidak di inginkan Kasus kecelakaan pesawat lagi-lagi terjadi di Indonesia, dan hal ini tentu saja menimbulkan luka yang dalam kepada keluarga korban yang ditinggal. Bukan hanya itu, kasus kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, seakan membuka kebobrokan manajemen penerbangan di Indonesia.

Penyebab tentang jatuhnya pesawat AirAsia sangat beragam. Bisa saja terjadi akibat karena problem teknis pesawat itu sendiri, fenomena cuaca yang tiba-tiba berubah, sabotase. Dan kasus yang terungkap hingga sekarang, Rabu 14 Januari 2015, bahwa penerbangan tersebut rupanya tidak berizin. Tentunya penyebab terjadinya kecelakaan itu bukanlah faktor tunggal dalam terjadinya kecelakaan tersebut.

Polri pun menelusuri dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dari sejumlah pihak yang terkait. Kepala Otoritas Banda Wilayah III Bandara Juanda Surabaya Praminto Hadi mengatakan, seluruh penerbangan, baik domestik ataupun internasional, harus memiliki izin terbang dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Izin terbang ini berisi kapan saja suatu pesawat diperbolehkan mengudara.
"AirAsia itu tidak mengajukan perubahan izin terbang dari hari Sabtu ke Minggu kepada Dirjen Perhubungan Udara. Oleh sebab itu, status penerbangannya ilegal," ujar Praminto kepadaKompas.com di area Crisis Center AirAsia, kompleks Mapolda Jawa Timur, Senin (5/1/2014).
Diketahui, pesawat AirAsia QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura berangkat pada Minggu, 28 Desember 2014. Pada pukul 07.55 WIB, pesawat berpenumpang 162 orang itu hilang kontak dari menara Air Traffic Control (ATC). Praminto menambahkan bahwa penerbangan itu bukanlah penerbangan tambahan, melainkan penerbangan reguler.
Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan JA Barata membenarkan hal itu. Informasi dari Dirjen Perhubungan Udara, AirAsia hanya memperoleh izin terbang pada hari Senin, Selasa, Jumat dan Sabtu. Namun, realisasinya Senin, Selasa, Jumat dan Minggu. Perubahan waktu ini tidak didahului dengan pemberitahuan kepada Dirjen Perhubungan Udara.
Barata mengatakan bahwa pesawat rute luar negeri juga mesti mendapat izin terbang dari negara tujuan. Barata pun menyayangkan pihak AirAsia. Sebab, pemerintah Singapura menyebutkan bahwa AirAsia tidak melanggar izin terbang di sana lantaran maskapai yang terkenal dengan penerbangan murah itu telah mengantongi izin terbang pada Senin, Selasa, Jumat dan Minggu.
"Semestinya AirAsia kembali ke Kemenhub, bilang, eh, tolong dong ubah jam terbang saya jadi Senin, Selasa, Jumat dan Minggu. Tapi ini tidak dilakukan mereka," ujar Barata.
Soal pengawasan pelaksanaan izin terbang itu sendiri, lanjut Barata, dilakukan oleh sejumlah pihak, yakni Angkasa Pura I, Air Navigation dan otoritas bandara. Dirjen Perhubungan Udara mengirimkan tembusan izin terbang maskapai penerbangan ke sejumlah pihak itu.
"Ilustrasinya begini, kami kirim tembusan itu tidak hanya satu lembar, tapi satu bundel. Nah sekarang mereka perhatikan itu satu per satu enggak? Ini hanya kemungkinan di mana terjadi kealpaan ya," ujar Barata.
Barata mengatakan, Kemenhub tengah mengevaluasi manajemen izin terbang suatu maskapai penerbangan. Jika benar kealpaan terjadi saat pemberian tembusan izin terbang dari Kemenhub kepada para pengawas, Barata meyakinkan bakal mengubah mekanismenya menjadi lebih efektif dan efisien.

Dari masalah perizinan tersebut ada beberapa dampak yang harus diperhatikan yaitu:
1. Terjadi nya ketidaksesuai kebijakan di bandara kepergian dan tujuan. Contohnya, Bandara Singapura memang memberikan izin mendarat selama tujuh hari seminggu untuk maskapai, tapi kan dari Indonesia tidak. Padahal setiap maskapai harus mendapat izin dari kedua negara, tidak boleh hanya satu bandara saja yang memberikan izin mendarat atau landas tetapi harus dua negara.
2. Merambat nya pembiaran izin terbang tersebut ke maskapai-maskapai lain.
3. Terjadi pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah kepada maskapai yang terbang tanpa izin, sebelum terjadinya insiden-insiden tertentu.
4.  Terjadi nya prasangka buruk dari masyarakat terhadap pemerintah yang berwenang, mengapa pemerintah dapat membiarkan suatu maskapai dapat terbang padahal belum mendapatkan izin tersebut.
5.   Terjadi lempar tanggung jawab diantara pemerintah dan maskapai setelah terjadi nya insiden-insiden tertentu.

Dari beberapa dampak diatas ada beberapa penyebab mengapa maskapai dapat terbang tanpa adanya izin terbang tersebut yaitu:

1. Kurangnya pengawasan dan audit terhadap maskapai yang terbang tanpa izin.
2. Kurangnya pengawasan dan audit terhadap jajaran pemerintahan yang berwenang mengeluarkan izin tersebut.
3. Kurangnya intergrasi dan komunikasi terhadap dua negara yang memberikan izin terbang.
4.Terjadi kecurangan seperti kesepakatan tertentu antara pemerintah dan maskapai agar izin terbang dapat keluar, yang dapat menguntung kan beberapa pihak saja dan merugikan banyak orang.
5.Terjadinya pergantian pemerintahan pusat, yang menyebabkan kurang fokusnya pemerintah tersebut untuk mengawasi hal ini.

  Dalam hal atau masalah ini banyak sekali hal yang harus dibenahi  berdasarkan dampak dan penyebab tersebut yaitu:

1. Membenahi kinerja pemerintahan yang mengeluarkan izin terbang kepada suatu maskapai, mulai dari pemimpin atau pejabatnya yang berwenang.
2.Membekukan rute penerbangan yang melanggar izin.
3. Memberikan sanksi keras bagi maskapai yang melanggar izin terbang.
4. Memberikan syarat dan verifikasi yang ketat dalam hal pemberian izin terbang.
5. Melaksanakan integrasi dan komunikasi antar negara yang memberi izin.
6. Harus adanya kesadaran pada pihak maskapai untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan kepada penumpang, contohnya dalam izin terbang ini.
7.Harus ada kesadaran pula dari pemerintah untuk tidak asal memberikan izin kepada suatu maskapai, apalagi izin tersebut keluar karena adanya suatu gratifikasi dari maskapai kepada pemerintah yang memberi izin.

Jumat, 09 Januari 2015

Pengaruh arus Globalisasi khususnya pada aspek Sosial Budaya dan Cara membentengi diri kita pada aspek tersebut!




Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.


Globalisasi menurut para ahli
Berikut adalah beberapa para ahli yang mendefinisikan apa itu Globalisasi:
1. Selo Soemardjan
Globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI

2. Achmad Suparman
Globalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah .

3. Thomas L. Friedman
Globalisasi memiliki dimensi ideologi dan tekhnologi. Dimensi ideologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia.

4. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang .

5. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar - pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia .

6. Anthony Giddens

Globalisasi sebagai ‘intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah yang jauh dalam sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi bermil-mil jauhnya dan sebaliknya’

contoh yang paling banyak kita hadapi adalah Sosial Budaya karena pada aspek ini lah merupakan cerminan sikap, norma-norma dan kebudayaan asli kita bangsa indonesia, bayangkan saja indonesia yang memiliki budaya yang ketimuran yang memiliki norma dan sikap yang santun, saling menolong, menghargai satu sama lain, ramah, bergaya hidup teratur dan dalam berbusana pun sangat sopan, lalu bertemu dengan budaya barat yang hidup serba bebas, yang acuh terhadap lingkungan sekitar dan sikap individualisme serta dalam hal berperilaku yang sangat bertolak belakang dengan kehidupan bangsa indonesia sendiri.

Tentunya dampak globalisasi bukan hanya pada hal yang negatif nya saja, sangat tidak adil jika kita hanya melihat globalisasi dari pandangan negatif atau kelemahannya saja, banyak sekalu dampak positif yang dapat kita ambil dari arus globalisasi ini.

Dampah Posif - Negatif  Globalisasi :
Dampak Positif :

1. Turut serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial internasional.
2. Menjunjung tinggi pelaksanaan HAM.
3. Mengadakan pertukaran pelajar antar negara.
4. Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai sosial budaya.
5. Adanya rasa solidaritas sosial yang tinggi.
6. Menumbuhkan sikap toleran.
7. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
8. Meningkatkan etos kerja yang tinggi.
9. Meningkatkan pembelajaran tentang perilaku sosial dan budaya.
10. Meluasnya segala informasi budaya melalui teknologi informasi yang berkembang pesat.

Dampak Negatif :

1. Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia.
2. Semakin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal.
3. Semakin bertambahnya nilai budaya kaum kapitalis.
4. Rasa kekeluargaan yang berkurang.
5. Lunturnya semangat gotong royong dan kesetiakawanan
6. Erosi nilai-nilai budaya.
7. Terjadinya akulturasi budaya.
8. Meningkatnya individualisme.
9. Sikap menutup diri.
10. Pudarnya semangat nasionalisme.
11. Hidup Serba instant.
12. Berkembangnya perilaku Hedonisme
13. Berkembangnya paham liberalisme dan sekularisme


Dari dampak-dampak tersebut apa yang harus dilakukan bangsa indonesia sendiri khususnya bagi masing-masing orang untuk mempertahan diri kita dari arus globalisasi agar sikap dan norma-norma sosial dan budaya kita tidak hilang atau lenyap.         
Ada beberapa yang harus kita lakukan yaitu:
1.      Manyaring atau memfilter dulu segala ajaran atau kebudayaan yang masuk ke negara kita.
2.      Mempelajari terlebih dahulu segala materi sosial dan budaya yang masuk ke negara kita.
3.      Meningkatkan rasa bangga dan cinta pada kebudayaan dan bangsa sendiri.
4.      Mengambil hal positif nya saja dari budaya-budaya barat, Negatif nya tinggal kan.
5.      Tidak terjebak atau mengikuti mode atau trend budaya barat yang serba bebas yang dapat menghilangkan identitas kebudayaan kita.
6.      Mempromosikan dan mengkreasikan kebudayaan kita agar seluruh dunia dapat melihatnya dan tidak kalah dengan kebudayaan kebaratan.
7.      Meniru dan mempelajari pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi, disiplin serta mental kerja dan melayani yang baik dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa.
8.      Kita juga harus belajar melihat Dunia dari perspektif yang berbeda sesuai dengan kepentingan dan nilai masing-masing tanpa melunturkan Identitas budaya bangsa kita.

Untuk mewujudkan semua itu harus dimulai dari kesadaran masing-masing individu serta dukungan pemerintah yang berdaulat untuk memajukan bangsa indonesia.

Kesimpulan :
Banyak pola hidup negatif akibat Globalisasi seperti konsumerisme,  pragmatism, hedonism, matrealisme dan lain-lain. Semua sikap tersebut akan melunturnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian, & kesetiakawanan sosial serta nilai-nilai agama. Nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat,  bangsa dan Negara pun akan pudar karena dianggap tidak ada hubungannya.  Namun juga terdapat beberapa dampak positif yang dapat kita rasakan




Daftar Pustaka :
http://jodhycool20.blogspot.com/2014/03/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi.html
http://imronjuliansyah16.blogspot.com/2015/01/dampak-globalisasi-bagi-bangsa-indonesia.html
http://afanrais19.blogspot.com/2015/01/pengaruh-arus-globalisasi-khususnya.html
http://www.academia.edu/6698254/Dampak_Globalisasi_Di_Bidang_Sosial_dan_Budaya